Penjajahan budaya ini salah satu sumber terbesar melalui media televisi. Lha buktinya acara ditelevisi entah sinetron,realiti show,gosip atau apalah banyak yg bilang itu adopsi-rekayasa ulang dari model acara2 yang lagi diminati di televisi luar negri, hingga dampaknya bagi pemirsa televisi nasional tentu secara tak sadar mereka menyerap budaya,moral,tingkah laku dari dunia barat. Ambilah contoh diwilayah mode misalnya, style berbakaian ABG untuk memperlihatkan perut dan pusar coba kita tanya itu mendukung moral atau melanggar moral ataukah itu rawan terhadap immoral? Jawabane pasti "tauahgelap" sebab bagi wanita muda yg memakai mode seperti itu yang celananya agak kebawah kemudian kaosnya agak naik keatas sehingga pusarnya kelihatan seksi, dia tidak merasa melanggar moral dan dia tidak merasa sedang merusak dirinya atau merusak masyarakat. Bagi dia itu bagian dari moral-budaya kehidupanya.
Entar lama-lama gayane wong barat berciuman ditempat umum itu menjadi budaya yang wajar juga bagi remaja, waduuh?? Hanya agama yg kita anut kiranya yang bisa menyelamatkan kehidupan kita dari penjajahan ideologi dan dari kejahatan modernisasi. Mudah2an,,,...

Tulisan singkat ini dalam rangka ikut Kolaborasi Posting 1 juli 2010 bersama teman teman blogger dengan tema menyoal budaya dan moralitas.




26 comments:
Hehe. Ya kalo sudah berani berciuman di depan umum harus berani juga dengan resikomnya, ditonton orang rame-rame, dihujat pula. Becanda ya Tri. Tuh saya sudah memenuhi janji, membuat postingan keroyokan dengan tema di atas.
Budaya barat, semakin membudaya :(
keberhasilan ghaswul fikri, infiltrasi pemikiran dan hasilnya luar biasa, anak-anak kita sudah menganggap hal yang tabu seperti itu lumrah hikkss xddd
>> ketika Moral tak bersendi ^_^
iki namanya demo massal ala blogger ya? mantappppp...!!!! sering aja blogger begini...!!! blogger bersatu tak bisa dikalahkan...!!!! hehehe...
Yeah bener banget. Moral anak bangsa kini tak bisa terkontrol. Smakin lama kita biarkan semakin ambrul adul. Tapi aku hanya anak jalanan jadi tak bisa bebuat apa2.
Ayo kembali ke budaya kita yang santun dan beragama!
Ayo... kembalikan moralitas dan budaya timur kita ke habitatnya...
Lapor ! postingan kolaborasi sudah terposting.
Anak2 muda yg jiwanya masih labil mudah sekali terombang-ambing oleh gaya hidup barat...!
Laporan juga, postingan bersama udah terpajang :D
Pengaruh Globalisasi... sudah merambah kesemua lini,.... sebuah pekerjaan rumah yang berat untuk kita semuanya.
Ok kang.... keren tulisannya, saya juga udah posting.. ^^
Izinkan saya membuat posting keroyokan hari ini juga sobat..
Sekedar laporan.... saya sudah posting.
Moralitas itu tergantung dimana kita mnyikapinya mas..
Kadang sesuatu yang dianggap tabu di suatu tempat tapi ditempat lain dianggap biasa..
susah kan?
postingannya keren
mau dong ikutan
mas Matra bisa minta tolong komen di postinganku yang ini ya?
thanks sebelumnya
http://www.itikholic.com/2010/06/speedy-dengan-konten-barunya.html
masalah mode pakaian.. kalo kata eyangku mah udah dewasa kok ya masih pada pake pakaian bayi ....
hahahaaa,,,
aku udah nepatin janji lhoo...
hehehe,,, :P
ane udah ikutan posting pak :)
Kembali Aqidah dan Syariahlah untuk mengatasi masalah moralitas ini..
Kang saya beribu2 minta maaf gak bisa ikut berpartisipasi dalam acara akang ini, sbnarnya saya mau ikut tapi apa daya gak ada waktu buat membuat sebuh psotingan tntang moral ini.. Skali lagi saya minta maaf..
aku udah menjalankan misiiii posting..hehe..
^_^
lapor jenderal
saya juga udah bikin ...
ditunggu kedatangannya di gubuk saya...
salam Pendidikan Moral Anak Bangsa
penyeLamatan moraLitas pada generasi bangsa ini perLu ditekankan dan dLakukan sejak saat ini juga, karena tidak ada moraLitas yang tidak berLandaskan pada niLai-niLai agama.
Indonesia emang terkenal dengan budaya plagiatnya. Seperti film-film dan lagu produksi Indonesia, hampir sebagian besar menjiplak film dan lagu dari luar.
Indonesia dikenal dengan budaya ketimurannya. Sekarang sudah mulai luntur, karena penjajahan budaya.
Kalau budaya ciuman di tempat umum mah, udah banyak. Lha film-film yang ada adegan ciumannya tuh ada yang di sawah, di kali dan di depan rumah. Itu secara tidak langsung sudah jadi konsumsi publik.
budaya ketimuran makin turun aja nih...kasian generasi bangsa ini...
lantas apa yang bisa kita lakukan demi negara ini...demi moral dan budaya negara sayah dan njenengan.
jawaban dari mas tri sngat jelas buat saya...Kesimpulan nya: biarpun para peserta nya gak dpt hadiah namun mereka tetap menyertai nya karena mereka smua terpanggil untk menyampai kan pesan moral melalui media online pada pembaca smua khusus nya,dan pada masyarakat dunia umum nya.
Sebenar nya aku sendiri tidak mengikuti posting kolaborasi ini,bukan karena tak suka dgn tema ini.Mungkin di lain hari jika ada lagi aku ikutan
saya udah posting, mas TRIMATRA!! hehe, telat komentar nih, habis internet sedang rusak waktu itu...
kalo budaya Barat (yang didominasi kaum Yahudi Zionis nan matrealis) membudaya bener di Indonesia, maka, apalah gunanya julukan "penganut agama yang taat sedunia"?
pahit amat deh, ngikutin budaya Barat! Pada kurang kaen semua kalee!!! malu gue, masuk angin ntar pake baju budaya Barat. apalagi ngomong n nonton pelemnya, wah, ngerasa kayak (sok-sok) modern amat eaa?? hebat-hebat, semoga semua itu bisa dihentikan dengan membanggakan budaya kita sendiri ketimbang Barat.
Tiru tuh Jepang.. mana ada kopi paste gaya Hollywood sana?? Harajuku gaya seluruh dunia sekarang. Kenapa batik nggak sedunia aja?? kenapa nggak songket dan ulos atau yang lain nggak jadi pakaian seluruh dunia, jadi tren fashion?? kan lumayan tuuuhhhh!!!
Post a Comment